ATAS NAMA RINDU DAN CINTA DI PUSARAMU
Mengenangmu
mu dalam kerinduan adalah sebaik-baiknya mimpi yang paling indah, saat
ini, esok hari dan hari-hari seterusnya selama Tuhan masih memberiku kemurahan
hidup
Untuk merindumu dalam setiap do’a tak
terhingga, tak berkesudahan
Do’a tertulus yang semestinya menjadi modal kekuatan cinta ku yang telah lama merindumu begitu larut dan tenggelam dalam kesedihan
Aku tahu, saat ini aku kecewa, terluka
Rasanya masih ingin terus menangis, karena tak
kuat menahan kerinduan
Tapi aku juga tahu kalau
Tuhan begitu sayang padamu
Tuhan begitu baik, sangat baik
Oleh sebab itu
Aku belajar ikhlas melepasmu
Aku yakin ini yang terbaik untukmu
Walau sesungguhnya aku masih ingin merasakan pelukanmu, mendengar suaramu, rintihanmu dan semua tentangmu yang sempat menyesakkan dada
Namun, aku tetap menyetujui maksud Tuhan
Lantas aku mengikhlaskan Tuhan membuat mu bahagia dengan cara_Nya
Aku yakin engkau bahagia
Menetaplah di sana tanpa mencemaskan semua
cinta
Di sini, kami semua berlomba menyinarimu dengan do’a
Merindu dan mencinta, sambil mengusap pusara
Tangerang, 7 Juli 2021
#Catatan kecil :
Ini adalah salah satu karya saya yang berkisah tentang seorang ibu, dan tentang kesedihan saya. Sengaja saya persembahkan untuk mengenang kepergian ibunda tercinta saya 4 tahun lalu, tepatnya pada 24 Oktober tahun 2017. Sudah ada 6 judul puisi bertema ibu yang alhamdulillah sudah saya bukukan bersama judul puisi lain dalam kumpulan _buku antologi berjudul Partikel Degub.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar