Rabu, 20 Oktober 2021

Cerita guru BK : "Milad Madrasah Tahun 2019"_Program Orang Tua mengajar _Sebelum Pandemi Bertamu (Bagian 2)

 

“Bersenang-senanglah

“Karena hari ini akan kita rindukan

“Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan

“Bersenang-senanglah

“Karena waktu ini yang akan kita

“Banggakan di hari tua

            “Sampai jumpa kawanku

            “semoga kita selalu

            “Menjadi sebuah kisah klasik

            “untuk masa depan

           Teman-teman yang tercinta, Siapa yang masih ingat syair lagu tersebut..? Mengapa saya  tuliskan syair lagu tersebut..? dan apa hubungannya dengan aktifitas madrasah…? Secara kebetulan syair lagu milik group band tanah air Sheila On 7, sangatlah  sederhana namun menyiratkan sebuah makna yang menggambarkan ada satu moment bahagia dan menyenangkan dimana suatu saat nanti akan selalu kita kenang dan rindukan. Masa-masa indah belajar yang tak mengenal lelah, semangat mengejar cita-cita kemudian menjadi  sukses adalah torehan emas di masa tua nanti. Masa depan gemilang , siapa yang tidak mau..?

 Pencerahan masa depan itu datang dari  program-program terbaik di MTsN 2 Tangerang, saat masih di pimpin oleh Bapak Mad Yamin, S, Ag, M.Pdi. Salah  satu kebanggaan dari kami TIM BK MTsN 2 Tangerang, Yang terdiri dari Ibu Dewi Handayani, Ibu Khaeriah dan Bapak Ary Yanuardi, setiap launching program terbaik di madrasah, kami melihat adanya apresiasi positif dari semua pihak terkait, tidak terkecuali orangtua siswa, komite madrasah  dan  masyarakat. Menerima dengan hangat semua kegiatan yang dihadirkan di madrasah. Karenanya tidak heran, dengan mengusung Gerakan Sekolah Menyenangkan ( GSM ) MTsN 2 Tangerang sukses menjadi madrasah yang cukup membahana di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Tangerang.

            GSM adalah sebuah gerakan yang memang harus kolaboratif. Guru tidak bisa berjalan sendiri tanpa berkomunikasi dengan para orangtua. Dalam rangka MILAD MADRASAH  yang ke 24 dan menyambut hari Guru, Hal yang bisa dilakukan untuk menjalin kerjasama sinergis antara guru dan orangtua siswa adalah menciptakan kelas inspirasi khusus program “orangtua mengajar “. Kelas inspirasi adalah kegiatan yang mewadahi profesional dari berbagai sektor untuk ikut serta berkontribusi pada proses meningkatkan program pendidikan di madrasah.

            Kegiatan kelas inspirasi untuk “orangtua mengajar “ berhasil kami laksanakan dengan sukses dan menyenangkan pada hari Jum’at tanggal 22 November 2019. Guru dan kami dari Tim BK mengajak kalangan  profesional yang terdiri dari orang tua murid untuk menceritakan mengenai profesinya di kelas inspirasi yang sebelumnya telah kami  data dan kami ploting secara acak. Harapannya para siswa akan memiliki lebih banyak pilihan cita-cita serta menjadi lebih termotivasi untuk memiliki mimpi yang besar, karena mereka belajar membangun imajinasi tentang profesi dan karir di masa depan. Para orangtua yang kami libatkan dalam kegiatan ini antara lain kalangan militer, petugas kesehatan, Dosen, kepala Sekolah, Camat, Tekhnisi pesawat sampai kepada design batik pada sebuah perusahaan.

            Program ini menyediakan media untuk kaum profesional meraba, menyentuh dan merasakan langsung tantangan pendidikan di madrasah. Mengajak mereka untuk terus terlibat turun tangan ikut serta membangun kemajuan madrasah.  Dalam kelas inspirasi orangtua menjadi fasilitator mendapatkan tugas mulia untuk mengajar.  Motivasi dan inspirasi menjadi alasan orangtua siswa mau berperan menjadi guru, sekalipun hanya butuh waktu 1 jam dalam kelas. Mereka memulai dengan bercerita dan berbagi pengalaman kerja serta memberi motivasi untuk meraih cita-cita dan sukses di masa depan kepada para peserta didik.

            Usai menjadi fasilitator dan memberikan motivasi dalam kelas. Para orang tua siswa, kami persilahkan untuk menyaksikan aktifitas muamalah, yakni ‘market day’. Dimana para peserta didik tiap kelas menyiapkan stand khusus untuk berdagang berbagai macam makanan di koridor depan kelas masing-masing. Suasana menjadi semakin ramai, hampir semua stand selalu ramai oleh tamu, para guru dan hilir mudik peserta didik dari semua kelas.

            Para peserta didik juga tak mau ketinggalan ikut  memberikan kesannya kepada orangtua yang saat itu menggantikan peran guru mereka. “ Bapak Dadang Sudrajat, membuat saya terinspirasi untuk mengikuti berbagai organisasi “ cerita Ghaiyyas Aqila Yumasta ( kelas 7.1 ) menanggapi kisah pengalaman dari Bapak Dadang Sudrajat, seorang Camat di wilayah Sepatan. Lain lagi cerita dari Rikha Nurkhasanah Purba ( kelas 7.2 ), “ terima kasih pak H. Romdin, mengajarkan tentang larangan menggunakan Narkoba, jelas  narkoba itu haram, dan menambah pengetahuan saya tentang hadist-hadist narkoba “

            Semua menggambarkan uforia kebahagiaan, menyenangkan dan mengasikkan. Dua kata untuk kegiatan ini “ Luar Biasa..” ungkap ibu Lia Nurmalia, orangtua dari ananda Raden Adelia kelas 9.2. Begitu pula menurut ketua komite MTsN 2, Bapak Nurhipalah, Kegiatan ini diupayakan harus terus terlaksana setiap tahunnya, agar selalu terjalin hubungan silaturahim antara orangtua peserta didik dan para guru Madrasah. Para orangtua yang rela menyediakan waktunya khusus untuk putra-putri terbaik di madrasah adalah orangtua yang penuh dedikasi, penuh kasih sayang, dan mau berperan menjadi seorang guru melakukan pekerjaan secara ikhlas, ikhlas dalam membimbing kita, mensuport kita dan memberikan hal-hal positif lainnya yang patut kita contoh.

            Para orangtua sekarang, akan menghadapi generasi  madrasah milenial  yang tentunya sangat menantang. Siswa-siswi yang hidup di era millennial menghabiskan kurang lebih 6,5 jam setiap hari untuk membaca media cetak, elektronik, digital, broadcast dan berita. Mereka mendengarkan dan merekam musik, melihat, membuat dan mempublikasikan konten internet menggunakan smartphone. Karenanya, anak muda kekinian ini lebih cepat memiliki pengalaman menggunakan teknologi digital dengan mudah, mereka mampu mengakses internet untuk mencari informasi di seluruh dunia dan menggunakan hypertext untuk belajar tentang subjek baru.

            Akhir kata, melalui program ini kita dapat memahami  bagaimana  mengkolaborasikan keilmuan yang dimiliki para orang tua dengan kekhususan yang dimiliki bapak-ibu dewan guru sebagai pendidik sesungguhnya di madrasah. Keduanya sepakat untuk sama-sama menjadi orang tua terbaik bagi generasi madrasah. Senantiasa memberi bimbingan, menyentuh hati anak-anak mereka  dengan moral dan kasih sayang, dan  memotivasi untuk kesuksesan. Mengingat, anak adalah perhiasan termahal bagi para  orang tua. Anak-anak mereka adalah aset berharga, lebih berharga dan bernilai tinggi, dibanding sebongkah berlian sekalipun.

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi_Episode 2

ATAS NAMA RINDU DAN  CINTA DI PUSARAMU   Mengenangmu  mu dalam kerinduan adalah sebaik-baiknya mimpi yang paling indah, saat ini, esok hari ...