“Bersenang-senanglah
“Karena hari ini akan kita rindukan
“Di hari nanti sebuah kisah klasik
untuk masa depan
“Bersenang-senanglah
“Karena waktu ini yang akan kita
“Banggakan di hari tua
“Sampai
jumpa kawanku
“semoga
kita selalu
“Menjadi
sebuah kisah klasik
“untuk
masa depan
Teman-teman yang
tercinta, Siapa yang masih ingat syair lagu tersebut..? Mengapa saya tuliskan syair lagu tersebut..? dan apa
hubungannya dengan aktifitas madrasah…? Secara kebetulan syair lagu milik group
band tanah air Sheila On 7, sangatlah sederhana namun menyiratkan sebuah makna yang
menggambarkan ada satu moment bahagia dan menyenangkan dimana suatu saat nanti
akan selalu kita kenang dan rindukan. Masa-masa indah belajar yang tak mengenal
lelah, semangat mengejar cita-cita kemudian menjadi sukses adalah torehan emas di masa
tua nanti. Masa depan gemilang , siapa yang tidak mau..?
Pencerahan masa depan itu datang dari program-program terbaik di MTsN 2 Tangerang, saat
masih di pimpin oleh Bapak Mad Yamin, S, Ag, M.Pdi. Salah satu kebanggaan dari kami TIM BK MTsN 2
Tangerang, Yang terdiri dari Ibu Dewi Handayani, Ibu Khaeriah dan Bapak Ary
Yanuardi, setiap launching program terbaik di madrasah, kami melihat adanya apresiasi
positif dari semua pihak terkait, tidak terkecuali orangtua siswa, komite
madrasah dan masyarakat. Menerima dengan hangat semua
kegiatan yang dihadirkan di madrasah. Karenanya tidak heran, dengan mengusung
Gerakan Sekolah Menyenangkan ( GSM ) MTsN 2 Tangerang sukses menjadi madrasah
yang cukup membahana di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Tangerang.
GSM adalah sebuah gerakan yang memang harus kolaboratif. Guru tidak bisa berjalan sendiri tanpa berkomunikasi dengan para orangtua. Dalam rangka MILAD MADRASAH yang ke 24 dan menyambut hari Guru, Hal yang bisa dilakukan untuk menjalin kerjasama sinergis antara guru dan orangtua siswa adalah menciptakan kelas inspirasi khusus program “orangtua mengajar “. Kelas inspirasi adalah kegiatan yang mewadahi profesional dari berbagai sektor untuk ikut serta berkontribusi pada proses meningkatkan program pendidikan di madrasah.
Kegiatan kelas inspirasi untuk “orangtua
mengajar “ berhasil kami laksanakan dengan sukses dan menyenangkan pada hari
Jum’at tanggal 22 November 2019. Guru dan kami dari Tim BK mengajak kalangan profesional yang terdiri dari orang tua murid
untuk menceritakan mengenai profesinya di kelas inspirasi yang sebelumnya telah
kami data dan kami ploting secara acak.
Harapannya para siswa akan memiliki lebih banyak pilihan cita-cita serta
menjadi lebih termotivasi untuk memiliki mimpi yang besar, karena mereka
belajar membangun imajinasi tentang profesi dan karir di masa depan. Para
orangtua yang kami libatkan dalam kegiatan ini antara lain kalangan militer,
petugas kesehatan, Dosen, kepala Sekolah, Camat, Tekhnisi pesawat sampai kepada
design batik pada sebuah perusahaan.
Program ini menyediakan media untuk
kaum profesional meraba, menyentuh dan merasakan langsung tantangan pendidikan
di madrasah. Mengajak mereka untuk terus terlibat turun tangan ikut serta
membangun kemajuan madrasah. Dalam kelas
inspirasi orangtua menjadi fasilitator mendapatkan tugas mulia untuk
mengajar. Motivasi dan inspirasi menjadi
alasan orangtua siswa mau berperan menjadi guru, sekalipun hanya butuh waktu 1
jam dalam kelas. Mereka memulai dengan bercerita dan berbagi pengalaman kerja
serta memberi motivasi untuk meraih cita-cita dan sukses di masa depan kepada
para peserta didik.
Usai menjadi fasilitator dan
memberikan motivasi dalam kelas. Para orang tua siswa, kami persilahkan untuk
menyaksikan aktifitas muamalah, yakni ‘market day’. Dimana para peserta didik
tiap kelas menyiapkan stand khusus untuk berdagang berbagai macam makanan di
koridor depan kelas masing-masing. Suasana menjadi semakin ramai, hampir semua
stand selalu ramai oleh tamu, para guru dan hilir mudik peserta didik dari
semua kelas.
Para peserta didik juga tak mau
ketinggalan ikut memberikan kesannya
kepada orangtua yang saat itu menggantikan peran guru mereka. “ Bapak Dadang
Sudrajat, membuat saya terinspirasi untuk mengikuti berbagai organisasi “ cerita
Ghaiyyas Aqila Yumasta ( kelas 7.1 ) menanggapi kisah pengalaman dari Bapak
Dadang Sudrajat, seorang Camat di wilayah Sepatan. Lain lagi cerita dari Rikha
Nurkhasanah Purba ( kelas 7.2 ), “ terima kasih pak H. Romdin, mengajarkan
tentang larangan menggunakan Narkoba, jelas narkoba itu haram, dan menambah pengetahuan
saya tentang hadist-hadist narkoba “
Semua menggambarkan uforia
kebahagiaan, menyenangkan dan mengasikkan. Dua kata untuk kegiatan ini “ Luar
Biasa..” ungkap ibu Lia Nurmalia, orangtua dari ananda Raden Adelia kelas 9.2.
Begitu pula menurut ketua komite MTsN 2, Bapak Nurhipalah, Kegiatan ini
diupayakan harus terus terlaksana setiap tahunnya, agar selalu terjalin
hubungan silaturahim antara orangtua peserta didik dan para guru Madrasah. Para
orangtua yang rela menyediakan waktunya khusus untuk putra-putri terbaik di
madrasah adalah orangtua yang penuh dedikasi, penuh kasih sayang, dan mau
berperan menjadi seorang guru melakukan pekerjaan secara ikhlas, ikhlas dalam
membimbing kita, mensuport kita dan memberikan hal-hal positif lainnya yang
patut kita contoh.
Para orangtua sekarang, akan
menghadapi generasi madrasah milenial yang tentunya sangat menantang. Siswa-siswi
yang hidup di era millennial menghabiskan kurang lebih 6,5 jam setiap hari
untuk membaca media cetak, elektronik, digital, broadcast dan berita. Mereka
mendengarkan dan merekam musik, melihat, membuat dan mempublikasikan konten
internet menggunakan smartphone. Karenanya, anak muda kekinian ini lebih cepat
memiliki pengalaman menggunakan teknologi digital dengan mudah, mereka mampu
mengakses internet untuk mencari informasi di seluruh dunia dan menggunakan
hypertext untuk belajar tentang subjek baru.
Akhir kata, melalui program ini kita dapat memahami bagaimana mengkolaborasikan keilmuan yang dimiliki para orang tua dengan kekhususan
yang dimiliki bapak-ibu dewan guru sebagai pendidik sesungguhnya di madrasah. Keduanya sepakat untuk sama-sama menjadi orang tua terbaik bagi generasi madrasah.
Senantiasa memberi bimbingan, menyentuh hati anak-anak mereka dengan moral dan kasih sayang, dan memotivasi untuk kesuksesan.
Mengingat, anak adalah perhiasan termahal bagi para orang tua. Anak-anak mereka adalah aset berharga, lebih berharga dan bernilai tinggi, dibanding sebongkah berlian sekalipun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar