Minggu, 10 Oktober 2021

Cerita Guru BK : Tentang Literasi di Madrasah sebelum Pandemi Bertamu (Bagian 1)

 


Juli tahun 2005 adalah pertama kali saya menginjakkan kaki di wilayah  Kabupaten Tangerang, tepatnya di kecamatan  Tigaraksa. Saya pindah tugas   mengajar dari wilayah Tangerang Selatan menuju Tigaraksa, Kabupaten Tangerang sebagai Guru Bimbingan dan Konseling. Saya  mengajar di satuan pendidikan Madrasah, tepatnya di MTs Negeri Tigaraksa, yang saat ini sudah berganti nama menjadi MTs Negeri 2 Tangerang.

            Banyak harapan-harapan dan mimpi-mimpi saya  menyongsong masa depan saya di MTsN Tigaraksa. Tigaraksa yang saya kenal, adalah sebuah wilayah yang sedang berkembang. Sepanjang jalan dari Cikupa menuju Tigaraksa, merupakan kawasan industri, dengan berbagai macam perusahaan, seperti tekstil, sepatu, dan barang-barang elektronik.

            Semangat baru, suasana baru, teman-teman baru,mewarnai hari-hari saya selanjutnya di madrasah tercinta. Sebagai orang baru di wilayah ini,  saya berusaha belajar dan beradaptasi dengan lingkungan baru, seperti kata pepatah “Dimana bumi di pijak di situ langit di junjung”. maka,  harus bisa menyesuaikan…!!.

            Sebagai MTs Negeri satu-satu nya di kecamatan Tigaraksa, madrasah kami, sering mendapat sorotan dari kalangan masyarakat  setempat. Pihak manajemen madrasah dan guru-guru sepakat selalu menciptakan suasana belajar yang kondusif dan memberikan ruang untuk berbagai kegiatan siswa-siswi sekreatif mungkin.

            Saya senang, sudah  memantapkan langkah saya menuju madrasah tercinta ini. Semoga di sini saya mampu mengabdi sepenuhnya, mengemban tugas mulia sesuai harapan orang tua dan keluarga. Tidak sulit bagi saya untuk menyesuaikan diri dan bergabung bersama keluarga besar MTs Negeri Tigaraksa. Berusaha menjadi pribadi  yang sangat friendly  atau bersahabat .

            Bersama rekan sekaligus partner kerja saya Bu Dewi Handayani,S.Pd. Kami selalu bekerja untuk mengembangkan dan memajukan kegiatan bimbingan dan konseling di madrasah ini. Kami bekerja sebagai tim yang kompak dan harmonis.   Suka dan duka kami jalani sebagai bagian dari tugas pokok kami, melayani dan membimbing murid-murid di madrasah.

            Pengalaman demi pengalaman menangani masalah murid di madrasah ini, begitu berkesan buat saya dan Bu Dewi. Banyaknya cerita-cerita menarik dan berkesan membuat kami semakin mencintai profesi guru BK. Di semangati rasa tanggung jawab moral sebagai guru BK, saya dan Bu Dewi saling support dan mengisi kekurangan masing-masing. Mencari cara bagaimana mengajak semua murid untuk mengenal dan percaya kepada guru BK di madrasah.

            Banyaknya kegiatan yang sering kami ikuti, membuat eksistensi kami sebagai guru BK semakin solid. Bapak H. Mulyadi, M.Pd yang saat itu menjabat sebagai kepala madrasah, telah banyak pula membantu memberikan arahan dan ilmu tentang BK kepada kami, sehingga kami semakin mandiri melaksanakan tugas-tugas pokok Sebagai guru BK. Banyaknya kegiatan yang berkaitan dengan Bimbingan dan konseling di madrasah, tidak mengurangi tanggung jawab kami sebagai pembimbing siswa-siswi di madrasah tercinta ini. Layanan demi layanan kami upayakan membantu kegiatan murid-murid di madrasah.

            Saling mengisi kekurangan, adalah hal penting bagi kami berdua. Belajar saling support dan memahami karakter juga menjadi modal kami untuk saling bekerja sama. Bayangkan tiap tahun nya kami melaksanakan layanan BK untuk siswa-siswi asuh kami rata-rata di atas 150 anak. Berbagai macam keunikan karakter  anak-anak asuh dari berbagai macam keadaan harus kami tangani dengan rapih dan maksimal.

            Kekuatan mental yang kami bangun  untuk meyakini diri kami masing-masing justru kami dapati dari proses konseling. Menghadapi klien dalam hal ini murid-murid madrasah tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Mental positif harus kita bangun supaya klien percaya, jika masalah yang sedang di hadapi bisa kami selesaikan.

            Kami bekerja juga tidak melupakan arahan dari bapak kepala madrasah saat ini bapak Mad Yamin, dan Pembina Kesiswaan Bapak Roni Maryuni. Seefektif mungkin kami upayakan untuk berkonsultasi berkenaan dengan pelaksanaan dan pelayanan program BK ke depannya. Apakah program kami telah sesuai dengan apa yang dinamakan need assesment, kebutuhan layanan siswa-siswi di madrasah.

            Tim kerja terbaik kami juga datang dari  bapak/ibu guru para wali kelas, saling berkomunikasi dan bekerja membantu mengentaskan masalah murid-murid di madrasah.  Selalu semangat dan  sabar menghadapi berbagai macam masalah yang sering kali mewarnai kehidupan kami sebagai pendidik di madrasah tercinta ini.

            Selain sebagai guru BK, saya juga mulai belajar memahami aktivitas literasi siswa di madrasah. Pengenalan tentang dunia literasi dan berbagai aktivitasnya, saya dapati dari rekan kerja saya bapak Ahmad Hanafiyah, M.Pd yang telah lebih dulu menulis dan menerbitkan buku Madrasah Literasi “ Best Practise literasi sekolah “

            Bermodal dari awal, sebagai pecinta buku, akhirnya saya berusaha melek terhadap apa yang sekarang sedang di jalankan dan di kembangkan sekreatif mungkin, oleh madrasah, yaitu gerakan literasi di madrasah. Sebagai mana yang di tulis oleh bapak Ahmad Hanafiyah, MTsN 2 Tangerang adalah salah satu madrasah yang secara serius mengembangkan minat baca siswa-siswinya. Sejak tahun 2007 telah memulai pembinaan minat baca siswa dengan pengadaan koleksi bahan bacaan, program promosi perpustakaan , dan hadiah membaca buku terbanyak. Lalu pada 2014 saat era kepemimpinan Bapak Mulyadi, langkah demi langkah untuk mencapai hasil maksimal agenda literasi semakin di gemari di madrasah . Al hasil Setelah bekerja sama dengan USAID Prioritas, pengembangan program budaya baca semakin ditingkatkan.

            Sebagai guru konseling, tentunya saya mempelajari bagaimana caranya konseling mampu berkolaborasi dengan dunia literasi. Proses konseling yang telah saya laksanakan berjalan dinamis. Secara continue menjalankan agenda kegiatan sesuai kebutuhan para peserta didik. Agenda rutin membaca senyap di kelas dapat saya manfaatkan untuk mengasah rasa percaya diri para murid, yaitu menceritakan kembali secara ringkas, apa yang telah di baca. Murid-murid juga belajar mengambil benang merah dari sebuah buku. 

            Materi pembelajaran tentang menggali potensi, sering kali berhubungan dengan dunia literasi.  Bagaimana cara saya menyemangati dan memberi arahan beberapa murid yang memiliki potensi menulis dan bercerita. Mereka yang memiliki potensi itu, sangat bersemangat untuk terus belajar dan menambah wawasan tentang menulis dan bercerita. Seperti  2 orang murid saya Lia Amalia dan Uliana Hidayatika.

             Saya dan Bu Dewi juga menata ruang BK dengan aroma literasi. Sudut ruangan kami hiasi dengan rak buku, dan poster membaca hasil karya murid. Rak kami isi dengan beraneka macam buku. Buku pelajaran dan buku-buku Psikologi Pendidikan contohnya. Beberapa murid penggemar buku  terkadang meminjam dan membaca buku di tempat.  Semoga dengan suasana ruangan seperti ini, menambah rasa nyaman untuk siswa-siswi .

            Dengan adanya Gerakan Literasi Sekolah ( GLS ), semakin memantapkan langkah madrasah untuk terus menyelenggarakan kegiatan berakar literasi, seperti halnya penerapan budaya baca. Sebut saja, kegiatan pembiasaan membaca 15 menit setelah Tadarus sebelum memulai KBM, penyediaan sudut Baca di tiap kelas, aktivitas di teras baca dan berbagai kegiatan lain di perpustakaan madrasah.

            Berbagai kegiatan juga di gelar di perpustakaan madrasah. Di bawah komanda kepala perpustakaan, Bu Titin Sunaesih, S.Pd dan tim  Bu Nurul dan Bu Rita Juniar , Perpustaakaan rutin menyelenggarakan kegiatan tantangan membaca dan launching buku-buku baru untuk guru dan siswa-siswi. Sebut saja seperti acara Radar On The school, membaca Koran kolosal bersama Koran Radar Banten, pada acara rangkaian Milad Madrasah pada 30 Nopember 2017. Saya juga mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis gerakan literasi Madrasah, yang di selenggarakan oleh MGMP Kabupaten Tangerang pada tanggal 29 Nopember 2017.

            Alhasil gaung madrasah literasi di bawah kepemimpinan Bapak Mad Yamin, kepala madrasah kami, semakin terdengar luas di peta wilayah kabupaten Tangerang Banten. Kegiatan-kegiatan seputar literasi telah banyak kami tampilkan dan sukses terselenggara, dengan adanya kerjasama berbagai pihak. Hingga menjadikan Madrasah kami mengudara lewat semboyan Madrasah Insprirasi.

 

 

1 komentar:

Puisi_Episode 2

ATAS NAMA RINDU DAN  CINTA DI PUSARAMU   Mengenangmu  mu dalam kerinduan adalah sebaik-baiknya mimpi yang paling indah, saat ini, esok hari ...